Selasa, 14 September 2010

Asal Usul nama kota Banyuwangi

Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah
bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.

“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.

“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.

Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa.

Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. ” Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya.

Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan.

“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang.

Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat.

Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.

cerita ini sudah sering saya baca waktu masih anak-anak
Sumber: Cerita Asli Indonesia Terbitan Elexmedia
Bagikan :
Artikel terkait :

54 komentar :

  1. kejujuran memang meninggalkan bau harum, btw penyesalan selalu datang terlambat ya sob .......

    BalasHapus
  2. wah mkasih sdah berbagi cerita daerah banyuwangi s0bat :)

    BalasHapus
  3. nama daerah memang identik dengan kejadian-kejadian atau peristiwa penting juga sesuatu yang khas dari daerah tersebut

    BalasHapus
  4. Wah kalo Raja Banterang, tuh asal usulnya darimana?
    ada cerita asal usul Pecel Garahan?

    BalasHapus
  5. Patience and Diligence, like faith, remove mountains. I admired you for possessing those virtues. Happy Thursday.

    BalasHapus
  6. saya rasa semua sudah mengenal asal usul banyuwangi.Ceritanya bagus sekali

    BalasHapus
  7. salam sahabat
    ehm ternyata kayak simple namun mengandung besar maknanya yach....jadi pingin ke banyuwangi lagi good luck

    BalasHapus
  8. wah ,,au tdk tau ni asl usul banyuwangi seandainya tdk ad info sodar,,,thanks.......

    BalasHapus
  9. Cerita yang menarik dan mengandung banyak petuah nih.
    Thanks ceritanya, btw sudah hampir lupa dengan cerita ini.
    Salam saya.. .

    BalasHapus
  10. oo begitu ya.. wahh mas tau juga ya sejarahnya... seep!!

    BalasHapus
  11. indonesia juga bisa harum namanya kalo orang-orangnya jujur

    BalasHapus
  12. Apa sampai sekarang air sungainya masih wangi..??

    BalasHapus
  13. sebelum comment ada yg mo ditanyakan nih..kok nama kamu di cboxku yg terakhir "wati"? pas aku klik malah nyampe di blog kamu, "anak nelayan"nya kemana? hehehe ....Oh ya cerita Banyuwangi juga udah aku baca waktu aku kecil..kisah-kisah legenda emang selalu menarik untuk diceritakan kembali..salam ya sobat :)

    BalasHapus
  14. @perempuan saja
    sudah saya cek ke cbox anda..itu bukan saya
    tapi terimakasih kepada wati untuk link nya..hehehe

    BalasHapus
  15. @DewiFatma
    masih wangi gak yaa..
    lokasi sungainya saja saya belom tahu..hehehe

    BalasHapus
  16. walawpun saya tidak tahu bagaimana kota banyuwangi,pi menurut saya kota nya wangi krna nmanya banyuwangi.
    :D

    BalasHapus
  17. Pha kabar sob..
    Makasih dah mau berbagi cerita sob... kaykx pernah baca nih, kapan ya..?!

    oy.. "MINAL AIDIN WAL FAIDZIN" :D

    BalasHapus
  18. Legenda seperti ini terlepas fiksi atau fakta harus tetap dilestarikan karena ada pelajaran yang baik di dalamnya.

    BalasHapus
  19. oooww begitu tow....
    sekarang aku tahu deh......sob...

    BalasHapus
  20. nice post...,, makasih telah berbagi bro..

    ceritanya bgs nh...,, itung2 nambah wawasan...
    hehee....

    BalasHapus
  21. Thanks for your visit. Enjoy your Sunday!

    BalasHapus
  22. Minal Aidin walfaizin kang
    wingi mudik BWI
    dolan nang Bedul

    BalasHapus
  23. Salam Sahabt..
    Cerita ini, saya jadi teringet pelajaran sekolah SD. Pengen brknjng ke banyuwangi jadinya kyk gimana :)

    BalasHapus
  24. Jadi inget waktu Paklik aku cerita kalo mau tidur dulu..makasi ceritanya..

    BalasHapus
  25. numpang lewat di blog sahabat..wah ternyata penggemar Iwan Fals ya..sering2 nyasar ke blogku ya hihi :)

    BalasHapus
  26. numpang lewat di mblog sahabat..wah ternyata penggemar Iwan Fals juga ya..sering2 nyasar ke blogku ya..salam buat Wati hihihi :)

    BalasHapus
  27. (out of content) : Mas, kok bisa ya, Lagu Iwan Fals nya gak bikin berat blognya berat?? ada tips nya?

    Sdh lama saya tahu Blog ini, kontennya menarik, boleh Bertukar Link? Mhn konfirmnya kalo boleh ya mas :), maturnuwun..

    BalasHapus
  28. aku dulu pernah loh ke Banyuwangi..tapi udah lama banget sihhh...hehehe

    BalasHapus
  29. wah posting tentang cerita kota Banyuwangi
    mampir ke blog saya juga yaa mas

    BalasHapus
  30. ya ampuuun , follower blog lo banyak banget ...follow blog gue dooong

    BalasHapus
  31. Makasih sharenya.
    Banyuwangi.
    Banyune wangi asal mulanya.
    Pernah aku dengar di cerita maz.

    Kunjungan balasan maz siapa namanya ya.maz anak nelayan.
    Sugeng enjang.
    Sori buku tamune mboten ketingal menawi ndamel handphone.

    Jadine yo disini membalasnya.
    Suwun nggeh..

    BalasHapus
  32. oh begitu yah cerita awalnya
    :( tp kasian si surati

    BalasHapus
  33. nice post... tapi masih penasaran nih sama harumnya gimana hehehe

    BalasHapus
  34. Persis Sob... dari namanya aja wes mencirikan air yg wangi hhe......

    BalasHapus
  35. follow blog gue ya ...follower gue baru dikit...hehe

    BalasHapus
  36. WAH BOLEH JUGA NIH BUAT BAHAN CERITA ANAK SAYA SOB...AGAR LEBIH KENALA ASAL USUL DAERAH DI INDONESIA SEPERTI BANYUWANGI INI

    BalasHapus
  37. Saya jadi inget ketika masih kecil dulu.. Saya suka sekali membaca Buku Cerita Rakyat, Dan salah satunya adalah ASAL USUL BANYUWANGI... Benar2 melegenda sekali yah..

    BalasHapus
  38. Iya bener cerita itu, seolah-olah terjadi dengan sesungguhnya. Tapi idenya bagus bahwa yang benar baunya akan harus dimanapun ditaruh, yang salah kemanapun ditaruk akan menjadi busuk. Ok

    BalasHapus
  39. cerita rakyat seperti ini yang perlu dilestarikan
    sangat menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  40. tidak hanya raja banterang saja...om..kitapun kadang bisa seperti itu...tidak mau mendengarkan suatu penjelasan dari orang terdekat kita...malah lebih percaya pada orang lain...thanks...atas ceritanya...

    BalasHapus
  41. jadi tauh tentang banyuwangi.....

    BalasHapus
  42. Wah Tambah Ilmu Lagi Nih..makasih Infonya Bro.. :) ekh Aku udah Follow nih.. Follow Balik yah..Makasih dan Salam Kenal Gan :)

    BalasHapus
  43. Kenangan waktu di pasir putih,,, cari keong (kolmenek bahasa bojonegoro)puas banget dapet banyak... pengen main ke Banyuwangi lagi..

    BalasHapus
  44. wah ini artikel yg menarik & informatif .. skrg jadi tau deh asal usul banyuwangi ..

    makasih sobat & keep blogging ya ..

    BalasHapus
  45. mau ke banyu wangi mampir tempat sobat boleh ga' ya....ssst minta ikan.

    BalasHapus
  46. lha kalau Banyumas, Banyumudal, Banyubiru, asal-usul ceritanya gimana yah, ada yang tahu???

    BalasHapus
  47. @Asri
    asal usul Banyumas
    pada waktu itu ada sebatang kayu besar hanyut di sungai Serayu. Pohon tersebut namanya pohon Kayu Mas yang setelah diteliti berasal dari Desa Karangjambu (Kecamatan Kejobong, Bukateja, Kabupaten Purbalinga), sekarang sebelah timur Wirasaba. Anehnya kayu tersebut terhenti di sungai Serayu dekat lokasi pembangunan pusat pemerintahan. Adipati Marapat tersentuh hatinya melihat kejadian tersebut, kemudian berkenan untuk mengambil Kayu Mas tersebut untuk dijadikan Saka Guru. Karena kayu itu namanya Kayu Mas dan hanyut terbawa air (banyu), maka pusat Pemerintahan yang dibangun ini kemudian diberi nama Banyumas

    BalasHapus
  48. saia jadi inget waktu masih smp, kebetulan masih hapal juga.. mangtaf :)
    kalo banyumas dari dongeng simbah, konon karena di daerah tersebut dulu ada air terjun yang sewaktu-waktu warnanya berubah berkilauan seperti emas :D

    BalasHapus
  49. Baru tau nih asal usul kota bayuwangi,,,,, sayang belum pernah ke sana....

    BalasHapus
  50. mantap bos.. sejarah seperti ini nih yang harus terus disebarluaskan terutama pada generasi muda :)

    BalasHapus
  51. meskipun sy dari JAtim, sy jg belom pernah ke Banyuwangi. Nice share

    BalasHapus
  52. @lawang pos ..kapan kapan silahkan mampir ke Banyuwangi

    BalasHapus
  53. cerita rakyat yang menarik..nice post

    BalasHapus
  54. Nah, ini dia yang lagi ane cari... ayah ane minta cerita banyuwangi... :D

    BalasHapus

terima kasih atas komentar Anda
jangan lupa besok kembali lagi ya