Kamis, 09 April 2009

Taman Nasional Alas Purwo


Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.
Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (Terminalia cattapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 13 jenis bambu.
Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng


(Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.

Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).
Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.
Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.

Anak Lutung (Trachypithecus auratus)
Masyarakat sekitar taman nasional sarat dan kental dengan warna budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.

Oleh karena itu, tidaklah aneh apabila banyak orang-orang yang melakukan semedhi maupun mengadakan upacara religius di Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu yaitu Pagerwesi. Upacara tersebut diadakan setiap jangka waktu 210 hari.
Taman nasional ini memiliki ragam obyek dan daya tarik wisata alam dan wisata budaya (sea, sand, sun, forest, wild animal, sport and culture) yang letaknya tidak begitu jauh satu sama lain.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Sadengan. Terletak 12 km (30 menit) dari pintu masuk Pasaranyar, merupakan padang pengembalaan satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.

Trianggulasi. Terletak 13 km dari pintu masuk Pasaranyar berupa pantai pasir putih dengan formasi hutan pantai untuk kegiatan wisata bahari dan berkemah.
Pantai Ngagelan. Terletak 7 km dari Trianggulasi untuk melihat beberapa jenis penyu mendarat untuk bertelur di pantai dan aktivitas penangkaran penyu.
Plengkung. Melihat perselancar profesional tingkat dunia yang sedang melakukan atraksi dan wisata penelusuran hutan.
Bedul Segoro Anak. Bersampan, berenang, ski air di danau dan pengamatan burung migran dari Australia.

Goa. Terdapat 40 buah tempat yang dapat disebut sebagai goa alam dan buatan antara lain Goa Jepang untuk melihat peninggalan dua buah meriam sepanjang 6 meter, Goa Istana, Goa Padepokan dan goa lainnya untuk wisata budaya dan wisata goa.
Cara pencapaian lokasi :
Banyuwangi-Pasaranyar 65 km, dan Pasaranyar-Trianggulasi 12 km menggunakan mobil. Trianggulasi-Plengkung, menyelusuri pantai sepanjang 10 km. Lokasi lainnya seperti Danau Segara Anak, Sadengan, Rowobendo dapat ditempuh berjalan kaki dari Trianggulasi.
banteng (Bos sondaicus)
Kantor: Jl. Achmad Yani 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur
Telp. : (0333) 410857; Fax. : (0333) 428675
E-mail: alaspurwo@telkom.net
Dinyatakan —-
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 283/Kpts-II/92,
seluas 43.420 hektar
Ditetapkan —-
Letak Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur
Temperatur udara 27° - 30° C
Curah hujan 1.000 - 1.500 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 - 322 meter dpl
Letak geografis 8°25’ - 8°47’ LS, 114°20’ - 114°36’ BT

Sumber : dephut.go.id

dibawah ini ada video dari TNAP dapetnya dari metacafe




Alas Purwo - More bloopers are a click away

35 komentar:

masuknya bayar gak bos? jadi pengen kesana nie....

Waktu kecil saya pernah kesana,tp sudah lupa keindahannya.Kebetulan ada saudara yg disana. Salam..Seneng bisa kenalan walo cuma lewat blog.

hemmm...
kaya'e seru kalo kesana, deket lagi sama tempatku, bisa dijadikan referensi neh
thanks ya

hohohoho...mistis nih, kayaknya sering di datengi calon pejabat ntu yah?

Btw, saia dateng memberimu award dan PR sekaligus...

pengen kesana jadinya...
duh tp jauh dr temaptku..

sama, aq juga pengen kesana rasanya, tapi kapan ya ????!!! ntar mas ya kalo aq ada waktu...

Alas Purwo?
Angker Sob, takut ah kalo kesana, bnyk Macan siluman katanya.

Makasih atas kunjungannya.

wah pasti asik tuh! banyak bgt yg menarik.. jadi pengen.. jauh ga yaa??

sayang kejauhan dari tempatku, kelihatannya boleh jugajadi tempat alternatif untuk berwisata

ayo tingkatkan terus pariwisata kita. kalau bukan kita siapa lagi? artikel yang bagus friend. makasih sharingnya.

aku pingin ke danau segara anak aja sih.. tapi kok jauh banget ya masuknya??

keren-keren...
boleh tu...
bwt..
referensi...

jdi ingin melancong ke sana...

wah,,jadi pgn kesana nih
hehehehe

uda lama banget pengen kesana...

wahh.. jadi pengen kesana.. ngomong2, makasih yah udah mau kunjungin.. tukeran link yuk? aku langsung pasang aja.. hehe.. :D

Suatu saat aku ingin kesana..
TFS frenz :)

pengen..pengen bgt kesana...soalnya g pernah cih jln2 jauh hehehehehe..

wdooww.. adooooohhh mennnnnN!!!!!

Huahhh ini bisa jadi ajang rekreasi buatku nanti deh. Hihi mau pindah nih ke Paiton akhir Mei. :D

aq pernah sob lewat alas purwo, katanya itu kawasan yang angker ya sob ?

Alas Purwo mantaps.... kangen juga berkunjung lagi setelah baca post ini... salam kenal boss

Alas Purwo.. Nama yang sangat unik sekali nih sob.. :)

Belum pernah ke alas purwo gan.
tengkyu sharenya

wah promosi yang mantaffffffffff.....
mengenalkan potensi daerah yg ada...

wow keren kayaknya nih tempat wisatanya, sayang jauh sihhh

pikiran liburan ke sana nih jadinya :)

Tak bisa di pungkiri, keindahan alam Indonesia sangat banyak. Makanya dari pada liburan keluar negeri, mending ke Negeri sendiri. Tentunya masih banyak negeri yang blm Anda kunjungi, right.
Salah satunya, ya ini, Alas Purwo...

keep posting tentang keindahan alam indonesia :)

mampir kesini..ikut menyaksikan keindahan alas purwo yang masih perawan serta keindahan pantai plengkung

Dari cerita sejarah, Alas purwo merupakan salah satu tempat berlindungnya beberapa orang yang lari dari kerajaan Majapahit

Alas Purwo is the most eastern National Park of Java

kalau bisa wisata ke sana, seru juga kali ya ^^

Menarik betul tempatnya, bisa dijadikan rujukan jika suatu saat saya berkesempatan ke Banyuwangi.

Salam.. .

Poskan Komentar

terima kasih atas komentar Anda
jangan lupa besok kembali lagi ya

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More