Ikan Mola-mola ikan yang luar biasa
Ikan Raksasa ini sangat Unik,Nggak seperti ikan pada umumnya, mola-mola nyaris nggak punya sirip ekor. Tapi, ikan bertulang paling besar ini punya sirip menyambung dari atas sampai ke bagian bawah perut yang disebut calvus. Jadi, kalau ikan pada umumnya punya sirip di samping kiri kanan, mola-mola justru punya sirip di atas dan bawah. Sayangnya, sirip seperti ini didukung dengan bentuk badannya yang bulat dan pipih, membuat pergerakan mola-mola cenderung lambat dan nggak bisa melawan arusIkan mola-mola (oceanic sunfish) merupakan hewan laut yang fenomenal dan menjadi icon bagi dunia bawah laut Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Bentuknya yang unik, besar di bagian kepala dengan mata jenaka dan dua sirip yang menjulang seperti tanpa ekor sangat menarik bagi para penyelam. Terlebih ketika mola-mola mendongakan kepalanya dan merentangkan kedua siripnya seperti layaknya sedang melakukan tarian penyambutan bagi para penyelam.
Mola-mola kerap muncul di perairan Nusa Penida sekitar bulan Juni – Oktober setiap tahunnya. Dua titik penyelaman favorit dimana mola-mola biasa dijumpai yaitu Blue Corner dan Crystal Bay. Sering mola-mola dijumpai bergerombol 2 sampai 8 ekor. Namun beberapa penyelam mengatakan bahwa mereka juga sesekali melihat mola-mola di titik penyelaman yang lain pada bulan Desember atau Januari.
Mola Mola termasuk jenis pelagics yang hidup diperairan dalam, sampai sekitar maksimal 600 meter. Ikan ini adalah jenis yang hidup di lautan tropis dan temperate–antara katulistiwa dan lingkar kutub. Ia hidup di temperature 10 derajat celcius ke atas. Sifat lainnya adalah kebiasaan melakukan cleaning station di permukaan air. Ini merupakan cara ia mencari makan, dengan mengkonsumsi plankton dan sekaligus menghangatkan tubuhnya dengan sinar matahari. Sebagian para ahli memprediksi ini cara mereka men’charge’ tubuhnya sebelum menyelam di kedalaman yang dingin
Pemerintah akan mendaftarkan ikan mola-mola yang populasinya berada di Perairan Nusa Penida, Bali agar masuk dalam daftar hewan laut yang dilindungi.
:dari berbagai sumber
Google Doodle hari ini Rayakan HUT Heinrich Rudolf Hertz. Hertz
23.24
anak nelayan
Perusahaan internet terbesar Google, pada Rabu (22/2) ini, mengubah tampilan laman muka mesin pencarinya menjadi Doodle khusus menandai ulang tahun ke-155 fisikawan Jerman, Heinrich Rudolf Hertz. Hertz merupakan fisikawan yang penelitian-penelitiannya pada gelombang elektromagnetik berperan besar dalaam perkembangan telegraf nirkabel dan radio.Lahir di Hamburg, Jerman, di mana ia menunjukkan keahlian hebatnya dalam mencerna dinamika fisika bahkan di masa kanak-kanaknya. Ia kemudian mendaftarkan diri untuk mempelajari fisika di Berlin, yang pindah setahun kemudian ke Universitas Munich.
Di Berlin, Hertz mengalami kemajuan pesat dalam penyelidikan fenomena elektromagnetik yang pada Februari 1880 ia menerima gelar PhD--dengan tema penelitian induksi elektromagnetik dalam bidang berputar--pada usia 22 tahun.
Setelah menjadi profesor di Karlsruhe Technische Hochschule pada 1885, Hertz mengalihkan perhatiannya untuk membuka sirkuit listrik dan memamerkan induksi elektromagnetik untuk murid-muridnya dengan menggunakan kondensor pemakaian melalui loop terbuka.
Dalam perjalanannya melakukan hal ini, ia melihat sebuah fenomena yang tak terduga, munculnya "sisi bunga api" dalam loop lainnya yang diletakkan di dekatnya. Sampai pada 1888, ia akhirnya mampu menunjukkan bahwa emisi elektromagnetik yang terkait dengan bunga api bisa berperilaku seperti gelombang.
Temuan--yang kemudian secara efektif diperjelas dan diperluas dengan teori elektromagnetik cahaya oleh fisikawan James Clerk Maxwell Inggris pada 1884, tersebut dianggap sebagai konfirmasi bahwa gelombang elektromagnetik dapat dikirim dan diterima.
Nama Hertz kemudian menjadi istilah yang digunakan untuk radio dan frekuensi listrik, seperti dalam hertz (Hz), kilohertz (kHz) dan megahertz (MHz). Ia tutup usia di Bonn pada 1894 setelah tertular Wegener granulomatosis, gangguan langka di mana pembuluh darah menjadi meradang. Ia dimakamkan di Ohlsdorf, Hamburg.(JAY/ANS/The Guardian)
sumber:liputan6.com/
Langganan:
Entri (Atom)







10 komentar:
terima kasih atas komentar Anda
jangan lupa besok kembali lagi ya