Rabu, 19 Agustus 2009

terimakasih ku untukmu pahlawanku






Sebutan ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa', mungkin sekarang hanya menjadi sebuah kalimat yang tak ada nilainya. Betapa tidak? Para pahlawan ini memang tak pernah diingat oleh siapapun dan kapanpun. Meski sejatinya ia bermakna dalam kehidupan manusia, terutama di kalangan profesi guru. Kalimat tadi mengandung arti yang luas dan sangat mengena ketika seorang anak kecil mengenang kembali kilas balik kehidupan semasa kecilnya. Terutama ketika baru mau belajar di tingkat Sekolah Dasar.



Pengalaman semasa kecil selalu menjadi kenangan yang tak dilupakan di masa dewasa. Mana-mana sekalipun orang pejabat pasti akan terdengar kisah mereka akan kenangan di masa kecil. Diceritakan baik kepada anak-anaknya, teman-teman kantor atau sesama mereka yang lain. Pengalaman dan kenangan masa lalu sering juga menjadi lelucon bagi yang mendengarkannya. Walaupun cerita lelucon adalah kilas balik mengenang kembali masa kecilnya.

Cerita seorang pejabat, suatu ketika ayah dan ibunya meninggal semasa dirinya berumur lima (5) tahun. Kala itu di kampung tersebut sekolahnya baru dibuka. Si kecil ini dibenci masyarakat sekitarnya. Hidupnya mengandalkan perhatian teman-temannya. Kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan pisang bakar. Dia pun tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya yang dibangun sejak mereka berumah tangga.

Tak ada pembinaan. Wajar karena tak ada yang memperhatikan dia. Ketika itu seorang guru yang bertugas di kampungnya mengajak si bocah ini untuk tinggal di rumahnya. Sejak menjadi anak angkat, di sekolahnya di mana dia mengajarnya, tentunya di kampung asalnya.

Anak itu makin dewasa. Berbagai pengalaman pahit menjadi guru baginya. Pendidikan tidak ketinggalan. Suatu ketika menyelesaikan tingkat SD. Tentunya dia harus pergi meninggalkan SD dan beranjak masuk di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni SMP. Perhatian guru yang sebagai orang/tua wali murid itu pun tidak luput.

Umur bertambah, pengalaman pun pasti segudang. Di kala itu perkembangan dan kemajuan belum seperti sekarang ini. Usai menamatkan SMP, pasti dia melanjutkan pendidikan lebih ke atas, tentunya di SMA. Atas perhatian dan dorongan orang tua angkat, anak tadi menyelesaikan studinya.

Pada tahun yang sama dia diterima sebagai seorang pegawai. Setelah beberapa tahun kemudia, melanjutkan kuliah dan berhasil diselesaikan dengan status tugas belajar. Dia pun berhak menyandang titel.

Sudah sekian tahun mereka tidak bertemu, umur orang tua angkat sudah semakin tua. Bahkan dia memasuki masa pensiun apalagi guru jaman Belanda. Pada suatu hari sepulang kerja. Tentu dari kantor. Di rumahnya ada orang tua yang bongkok, pakaiannya compang-camping. Nenek itu duduk di teras menantikan anak angkat itu pulang kantor.

Sepulang dari kantor, pejabat itu melihat dari pintu masuk, seorang nenek sedang duduk menanti di teras depan rumah. Nenek itu memandang ke pintu pagar masuk. "Selamat datang bapak," sapa nenek itu. Dia tak menyahut satu katapun. Salaman juga tidak, langsung buka pintu dan masuk ke rumah menuju kamarnya.

Nenek itu tak menyanggah kalau anak piaranya memperlakukan sikap seperti itu. Nenek menduga mungkin karena kecapean. "Anak, saya mama yang dulu tinggal denganmu di rumahku, saya ibu guru," kata nenek itu seraya memperkenalkan. Tapi kasihan bapak itu langsung mengusir nenek itu dan nenek itu pulang meninggalkan rumah itu.

Apapun alasannya, menjadi guru adalah tugas mulia. Guru juga bentuk panggilan hidup yang tak sama dengan tugas lain. Mereka bertahan selama 6 jam di sekolah. Sambil mengabaikan kepentingan keluarganya. Mereka bertahan lapar dan haus. Sangat menyedihkan para guru-guru yang bertugas di pelataran hutan dan di pinggiran pantai. Hanya mengandalkan bara api menemani mereka di sepanjang menyandang profesi sebagai guru.

Mungkin inilah nasib mereka. Guru-guru dipermainkan oleh anak-anak, oleh mantan murid-muridnya. Ditendang ke sana kemari bagaikan sebundar bola di tengah lapang hijau. Meski disimak, siapa pemimpin dan siapa dibalik pemimpin? Apa pembangunan dan siapa dibalik pembangunan? Apa pemerintahan dan siapa dibalik pemerintahan? Apa kesehatan dan siapa dibalik kesehatan? Apa ekonomi dan siapa dibalik ekonomi? Siapa pejabat dan ada siapa yang mendasari dari semua aspek pembangunan??

Sangat terharu ketika setiap orang menyaksikan aksi protes yang dilangsungkan para guru dua hari lalu.. Mereka berjalan kaki melintasi kota Nabire menuju kantor wakil rakyat. Mereka datang hanya untuk menyampaikan dan memprotes sebab musabab terjadi penyelewengan sejumlah sumber dana yang diperuntukan bagi mereka dan anak-anak didik mereka.
"Kami datang untuk mempertanyakan hak-hak yang selama ini tidak sampai pada tangan kami dan anak-anak didik kami," kata seorang ibu guru. Ya, semoga dambaan para guru ini terwujud, agar mereka kembali menjalankan tugas mulianya, mengajar dan mendidik generasi penerus negeri ini.

Terimakasih temen-temen semua mulai dari yang masih kuli dan yang sudah menjadi juragan
Terimakasih buat temen-temenku yang bergelut di dunia networking semoga tetap semangat
Buat temen temen ku yang pernah ngasih saran sumbangsih sedikit ataupun banyak telah bantu aq
Terimakasih buat para boss ataupun juragan yang pernah jadikan saya sebagai anak buahnya
Terimakasih buat temen-temen ku yang pernah satu kamar kos dan satu kantor denganku
Terimakasih buat temen-temen blogger yang sudah sering kunjungi blog ini dan bertukar link
Terimakasih buat sahabat sahabat ku yang yang masih teringat dan terlupa..kok lupa sih
Terima kasih buat pacar dan mantan mantan pacar ku thanks sudah pernah support saya
Terima kasih buat para guru sekolah dan para guru ngaji yang sudah ajari saya ilmu kehidupan ini
Terima kasih buat semuanya dan tetap semangat dan selamat menunaikan ibadah puasa















75 komentar:

merdeka untuk indonesiaku
juga merdekalah para guru2
hehehehe

wah keduax nie.,.,..


terimakasih kembali.,.,.

amiin
terimakasih buat semuanya ya berarti
yang penting kita selalu mengucap syukur aja dlm segala hal

siapa dibalik berdirinya semua ini??

yang jelas tak luput dari jasa sang guru,,

merdeka!!
terus perjuangkan hak2 guru,,

sekaligus sambut bulan suci ini dengan penuh syukur,,

kapan saja, ayo berbagi!!
^^

met menjalankan ibadah puasa yah...

Guru memang sangat berjasa besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa...

Selamat memnunaikan ibadah puasa Sob....

postingannya mantep bgt!!!

salam kenal mas, selamat menunaikan ibadah puasa

hidup bpk/ibu guru, tanpamu kami mungkin tidak bisa seperti sekarang ini..salam kenal dari blogger baru...

Aku juga ucapin terima kasih atas kunjungannya.
Met Puasa ya :)

semoga nasib guru terutama di daerah bisa lebih diperhatikan.. :)

Saya dukung perjuangan hak guru. Karena merekalah kita bisa seperti sekarang ini walaupun banyak yang tidak menyadarinya atau mungkin pura2 lupa dengan jasa para guru ini.

numpang ngomen aja...heheheh
Thanks.  
Regard,

Hitsuke and NarutoFans 

padahal tanpa guru.. kita nga bakal kenal baca tulis,... padahal tanpa guru kita nga bakal kenal peradapan.. padahal tanpa guru kita nga bakal bisa jadi orang yang berguna.. pdahal tanpa guru nga mungkin ada orang-orang pintar

apapun guru.. siapun guru dan di manapun guru.. wajib kita hormati.

Salut Buat pahlawan tanpa tanda jasa... tanpamu Tia nga bakal jadi seperti sekarang ini.

Makasih ya kak udah sharing.. maap komennya jadi berapi2*deket kompor sih kak*

Sharing Tips

tulisan mengenai pahlawan tanpa tanda jasa yang berbeda. salut.

selamat menunaikan ibadah puasa juga ya.

Saya dukung perjuangan hak guru.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menhormati pahlawannya,Ki hajar dewantoro tanpa beliau indonesia akan terpuruk dalam lingkup kebodohan.salam indonesia damai

bos, caranya dapoet pengunjung sebanyak ini gimana c?

oiya, Jas Merah. kata Soekarno. Jangan Sekali kali melupakan sejarah. :)

guru adalah seorang yg membuatku jadi seperti ini dan menjadi orang yg bisa berpikir secara benar, guru adalah orang yg membimbingku seperti ini. Guru memang pahlawan sejati....

Guru adalah pahlawan sejati...

naikkan terus gaji guru...........


hahaaaa...

Guru adalah pahlawan kita. Hey, apa kabar ? kemana aja sobat....?

Percayalah bahwa semua yang dilakukan tanpa pamrih dan tulus takkan sia-sia. Meski orang lain tak menghargai, Tuhan pasi berkenan!

Terpujilah Engkau wahai bapak ibu guru...

Profesi guru sangatlah mulia. Semoga profesi ini makin mendapat perhatian dari pihak pemerintah.

bener sob, jasa2 mereka patut dikenang dan diabadikan karena merekalah kita mengenal satu demisatu huruf dan sampai saat ini bs membaca dengan lancar dan bisa melihat dunia yang indah ini.....dengan sempurna....
terimakasih guru2ku yang ihlas

Semua yg mulia pasti ada balasannya... Kalo gak di dunia ya pasti di alam sana :)

waaaaaaaaa dah lama tak nampak
selamat berpuasa
mohon maaf lahir bathin

semoga kita semua bisa meneruskan perjuangan para Pahlawan. mari sama-sama kita berjuang agar selalu dikenang . . semangat...!!!

Orang yang tidak menghargai guru adalah orang yang tidak tahu terima kasih...
Senang bisa berkunjung ke sini lagi!

bagus nih....
semoga kita bisa mensyukuri nikmat yang telah di berikan dari-Nya.

perjuangkan hak2 guru!
bgus sob :D

jadi inget waktu SD tiap kali ditanya cita-cita, mau jadi guru...padahal anak umur segitu masih suka berubah-ubah, ikut-ikutan teman.

Guru sebagai "Pahlawan tanpa tanda jasa" telah mulai diperhatikan nasibnya oleh pemerintah, walau mungkin belum merata disetiap daerah, percayalah semua niat yang baik akan mendatangkan kebaikan apabila dijalankan dengan tulus dan sepenuh hati. Merdeka Guru-guru Indonesia

lama baru sempat mampir disini....
Mampir pesen ikan buat santapan sahur.

Terima kasih sekali atas artikel yang memberikan penghargaan khusus pada Guru. Kebetulan ibu dan bapak saya Guru jadi ikut merasakan dan berbahagia membaca tulisan ini.

Guru itu pahlawan kita, jika tak ada guru mau jadi apa kita ????

Banyak Guru-guru di pedesaan yang berjuang dengan fasilitas seadanya memberikan yang terbaik buat anak didiknya yang masih sangat terbelakang dan jauh dari perkembangan teknologi, namun mereka tetap bersemangat dan senantiasa tersenyum... Saya salut dan bangga... Saya pernah menyaksikan langsung, yang membuat saya hampir menitikkan air mata... Luar biasa... semoga jasa mereka senantiasa dihargai :)

malam...maaf baru mampir lagi. inet kacau nih.

semoga kedepannya.. sistem pendidikan lebih baik dan seimbang demi kepentingan kedua belah fihak iia kang.. baik guru nya maupun murid2nya sendiri :( jd terenyuh nii :(

malam sob...apa kabar...

Ikhlas..
Syukur..

InsyaAllah,semua akan dipermudah.

Apa kabar?

Bagus sob... sukses selalu..

salam sobat
nice post.

ada AWARD sederhana untuk sobat,,mohon diterima ya,,,di blog NURANURANIKU.
trims.

Dari SD ampe kuliah... guru yang paling berkesan didalam hidup Mia adalh Ibu Janah, guru kelas satu SD Mia dulu. Beliau bener2 tulus mengajar. Ga karena hanya mengharapkan gaji aja. I love you buuuu T_____T

pahlawan tanpa tanda jasa, penuh pengorbanan...salam buat semua guru terutama guruku...tanpa engkau kami tdk akan ada,....

...namamu akan selalu hidup dlm sanubariku...

piye kabarmu, mas?

Mampir lagi, mendengarkan lagu indah ini.

Saya mengalami betul bagaimana penderitaan para guru, bapak saya guru
tapi alhamdulillah bisa selesai kuliah...
dan meskipun aku bukan berprofesi jadi guru, darah sebagai guru tetap mengalir pada diri saya

dari tidak tahu menjadi tahu, itulah jasa yang diberikan guru kepada muridnya, semoga engkau selalu bersemangat berjuang tanpa mengenal lelah untuk memajukan bangsa dan negara..
makis sobat..

assalamualaikum,
tulisan menarik. sisi kehidupan guru, pendidik. Pendidik kita, pendidik kita selain orang tua, teman dan lingkungan.semoga nasibnya makin bagus.
wassalam

mampir lagi, moga kabar baik ya.
makasih kunjungannya.

maaf baru berkunjung, met siang...

pemandangan di photo bagus mas

Saya sendiri sebagai guru, terkadang juga mengalami keriasuan, seperti apak kesejahteraan kami kelak. Apakah kelak saya bisa mencukupi kebutuhan anak-anak saya, dan bisa mensekolahkan mereka hingga ke perguruan tinggi...
Saya sangat sependapat agar nasib dan kesejahteraan guru ditingkatkan sesuai dengan jasa yang mereka abdikan untuk bangsa ini. Menengok nasib sesama guru yang ada dinegara yang lebih baik, mereka justru difasilitasi dengan bekal ilmu yang baik dan jaminan kesejahteraan yang sangat layak, sehingga mereka bisa hidup lebih baik dengan tekanan hidup yang lebih ringan sehingga mereka bisa menunaikan tugasnya dengan baik, bisa mengajar dengan baik, dan bisa meningkatkan ilmunya dengan baik karena mereka masih memiliki waktu untuk belajar. Sedangkan apa yang sering terjadi di negeri ini, guru harus masih pontang-panting mencari tambahan penghasilan lain dengan bekerja di tempat lain setelah kelas selesai, demi mencukupi kebutuhan dasarnya, betapa ironis nasib mereka.
Sementara para pejabat yang telah didiknya, yang telah diberi bekal untuk sukses, telah mengkhianati mereka denga terus melakukan korupsi dan pelit dalan memberikan anggaran untuk kesejahteraan para guru.
Berbahagialah wahai para guru, karena engkau akan masuk surga, karena jasa dan pengapdianmu, lagipula surga bukan untuk orang yang korup dan rakus!

hufth,... bikin ina kangen guru2 ina dlo ah,...

thanks bpk ibu guru,... udah bikin ina jdi anak pinter, dan kebanggaan ortu,... hehehe,....

Bentar lagi ketemu mantan guru2 sma pas hari raya...

Ulasan yang menarik mas... n sekaligus membanggakan saya karena saya guru...
Memang sekarang ini pemerintah sudah lebih serius memperhatikan nasib guru (meski lebih banyak bermuatan politis)...
Sayangnya justru banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan semakin menjauhkan rekan-rekan pendidik jauh dari jiwa pendidik, karena berhubungan dengan kesejahteraan... contohnya kebijakan sertifikasi guru yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan guru justru membuat citra guru merosot, karena tidak didasarkan kinerja dan prestasi guru sendiri. Akibatnya justru timbul kesenjangan antar guru yang makin lebar...

met siang sob... pa kabar hari ini ?

met wiken yaa... :D

absen dulu aja ya bro.belum baca artikelnya.ngantuk banget.Btw thanks kunjungannya ya..next time saya ke sini lagi ngelanjutkan baca.

terimakasih untuk anda juga atas inspirasi dari tulisan tangan anda ini, salam blogger.
Keep bloging with smile

terima kasih guruku yang telah membimbingku sehingga aku bisa memiliki kemampuan untuk menuju kemandirian, semoga engkau mendapatkan kemakmuran

memang ga ada manusia yang sempurna kok. yang sempurna itu ketika kita bisa menerima seseorang apa adanya :)

Poskan Komentar

terima kasih atas komentar Anda
jangan lupa besok kembali lagi ya

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More